Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

film kepergian

Bulan sedang berada di puncak kemenangan nya
Dan ini aku, aku yang sedang terpaku di sini
Tak bermaksud melawan gelap
hanya mau meminjam waktu

Tak ada niat untuk memejamkan mata
karena air mata menggenang damai di pelupuk
Aku tak mampu bermain kata
Hanya dapat berbisik sepi

Dan akhirnya
Film di putar pikiran
Proyektonya telah rapuh memancarkan cahaya
Yang tertangkap jelas oleh layar mata hati

Di sana kamu tersenyum
Senyum menantang matahari
Tak peduli betapa sinarnya menyilaukan
Tetap maju dan melawan

bayang bayang mu tak mau menemui uzur
namun harus kah kenangan di kubur?


12/13-06-2011
jam 00.00

Rabu, 08 Juni 2011

lelah

Sebelum mentari mengibaskan lidah lidah api
Aku telah bersahabat dengan sepi
Mereka mencintaiku
Menimangku dengan sayang
Sekalipun malam menenun gelap

Siang pun tak memiliki nyal;i
Ia hanya lewat tanpa menoleh
Biarlah ia pergi
Aku lelah mengejar matahari

Malam Berkabung

Walau mentari tak kunjung tiba
Aku secepatnya ingin mengusir bulan
Karena malam ini malam berkabung
Dimana angin sulit diam
Hujan pun tak mampu menahan tangis

Saat ini denyut meninggalkan jantung
Nadi terbuka memancarkan darah
Raga pun membiarkan Ruh pergi
Maka tolong biarlah ini berlalu

Hujan

Sekali dua kali cobalah
Keluar dari perteduhan mu
Pada saat hujan menghantam bumi
Menarilah , belah lah hujan dengan apa yang ada di benak mu

Jangan pedulikan katak yang berkotek heran
Atau tanah yang berpekik bingung
Biarlah angin mengahpus air mata mu
Berteriaklah seakan kamu bisu
Dan berlarilah sebagai orang pincang

Bersatulah dengan ke gelapan di sekitarmu
Jangan takut karena mendung menaungi mu
Lupakan kepahitan sukam
Dan suatu hari ada saatnya dimana kamu melangkahkan kakimu di di jalan beralaskan warna warna indah
Dan gapailah mentari

Jumat, 30 Juli 2010

Munafik

malam takan pernah pedulikan dirimu
ga akan pernah peduli dengan keadaan mu
Pori pori langit menghujam mu dengan air mata buaya
Gelap yang akan mewarnai hari mu

Sang angin akan menerbangkan mu
Namun suatu saat dia akan membuang mu
ke sebuah tempat yang tak ber asa
dan kamu terpuruk dalam diam dan sunyi

Nasibmu tak lebih baik dari seorang pelacur
yang hina dan harga diri nya hancur
melebur dengan kepasrahan jiwa
hidup untuk di perbudak nikmat

Dunia takan pernah benar benar nikmat di jalani
Bahagia mu takan lebih cepat dari gerak kelopak mata
seorang tua yang menghadapi maut
menghibur yang di tinggalkan sebelum benar benar pulang

kamuflase ini takan lama
bahagia akan berlalu secepat darah mengalir
secepat nadi berdenyut
karena jam akan berganti

tahun akan kembali mengubah keadaan
sadar kah kamu akan tindakan mu?
sebelum sang alam bertindak lebih jauh
Membalikan keadaan sampai kau benar benar terpukruk

mencampakan dirimu di tengah hingar bingar kehidupan
sampai akhirnya kamu tak berhasil menjalani nya
penyesalan mu akan berujung maut
kepedihan jiwa akan terus berlanjt

Najis keluar dari bibir mu
menajiskan kehidupan yang tak mudah
menebalkan topeng kehidupan
menghadapi cobaan dengan sebuah munafik

munafik yang mewarnai hari mu
menempuh dengan muka indah
surga dunia yang kau beberkan
menggundang canda yang ber-akhir air mata

suatu hal milik yang lain
kau buat itu mendunia dengan sikap mu
senyum mu adalah senyum kematian 
semua kan lenyap hilang bagaikan debu tertiup angin,

sekian :)

Selasa, 22 Juni 2010

tulisan gak penting part1

entah kenapa setelah gw pikir dengan matang, gw perlu nge post puisi gw di sini semoga pada suka ya *I hope so*


tulisan 1
judul:
Lara pergi
karya :
abigail
tanggal
26.6.2010

Malam selimuti lara
menenggelamkannya
menjinakan nya
menimang nimang nya dalam sepi

Menidurkannya dalam gelap
Rembulan menghangat kan
cahayanya berdansa dengan bintang
menghiasi lara dengan mahkota bertahta cahaya

Dan angin malam menerbangkan lara
menjauhkan nya dari setiap hati anak manusia
membawa kebahagiaan
lara pergi entah kemana...


Tulisan 2
Judul:
Dewi Duniawi
Karya:
Abigail
Tanggal
21.6.2010

Wajah seorang anak manusia
Bersinar bak bintang malam
matanya biru sebiru sungai
tenang mengalir menghanyut kan rasa

Hidung nya lekuk tajam
Sumber kehidupannya
Bibirnya merah
Bagaikan darah seorang pemuja

Manusia memuja raganya
Memandang bagian duniawi jati dirinya
Siapa yang berhati tulus yang pantas
Memenangkan hati sang dewi dunia......